Gorengan Itu Enak. Valid. No Debat ?

Agustus 24, 2020

Gorengan itu rasanya enak, sah benar tidak ada bantahan/perdebatan (valid no debat). Apakah kamu setuju dengan pernyataan tersebut? Pasti sudah pernah makan gorengan kan? Makanan gorengan yang saya maksud adalah gorengan yang dimasak menggunakan minyak goreng. Tanpa tepung ataupun tidak.

Kalau di Indonesia semua makanan bisa digoreng. Termasuk sayur & buah juga bisa digoreng seperti pisang, brokoli, terong, kentang, dan masih banyak lagi. Gorengan oh gorengan. Saya rasa hampir semua orang menyukai makanan ini. Hampir setiap rumah makan pasti ada gorengan. Hampir setiap masakan Nusantara pasti ada makanan dimasak dengan cara digoreng. ⁣

Rasanya sulit sekali menolak gorengan yang telah terhidang di atas meja makan. Saya sudah bertekad tidak ingin makan gorengan. Eh akhirnya tergoda juga. Karena baru saya yang bertekad, anggota keluarga masih suka makan gorengan. Sarapan, makan siang, makan malam, cemilan, semuanya dimasak dengan cara digoreng. Ya gorengan. ⁣

Alasan saya tidak mau makan gorengan adalah ingin menjalankan pola makan yang lebih sehat. Apalagi saat cuaca panas dan pandemi covid-19. Upaya agar tak kena panas dalam yaitu mengurangi makan gorengan ⁣

So, teman-teman netizen jaga kesehatan ya. Saat cuaca cerah ataupun hujan. Alangkah baiknya tetap menjaga pola makan. Setelah makan gorengan jangan lupa minum air putih. Pokoknya jaga kesehatan ya...ya. Kesehatan itu kan investasi paling berharga loh. Emang emas, saham, duit doang yang investasi?

 

Pokoknya jaga kesehatan ya...ya. Kesehatan itu kan investasi paling berharga loh. Emang emas, saham, deposito, duit doang yang investasi? ⁣-mirnaaf

 

````````````````````````````````````````````````````````````++++++````````````````````````````````````````````````````````````

 

Gorengan itu dimasak pakai minyak goreng

Benar kan kalimat dari subjudul di atas? Bahwa gorengan itu dimasak pakai minyak goreng. Minyak goreng pun bermacam-macam jenisnya. Yang saya ketahui yaitu ada minyak sawit, minyak kelapa, minyak zaitun, minyak wijen, minyak sayur, dan masih banyak lainnya. Oia ketinggalan, minyak yang pasti dimiliki oleh semua pelaku dunia penggorengan yakni minyak jelantah.

 

Apa itu minyak jelantah ?

Minyak jelantah adalah minyak goreng berulang kali atau minyak limbah yang bisa berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya. Jika ditinjau dari komposisi kimianya, minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik. Hal ini terjadi selama proses penggorengan sehingga dapat menyebabkan penyakit kanker dalam jangka waktu yang panjang.

Maka dari itu, minyak goreng lebih baik tidak digunakan berkali-kali. Namun, minyak goreng masih bisa ditolerasi dan dianggap baik hanya sampai tiga kali pemakaian. Jika sudah lebih dari tiga kali digunakan, hendaknya minyak jelantah jangan digunakan alias dibuang.

 

Dibuang jangan...........

Saya perjelas bahwa minyak goreng yang telah digunakan lebih dari tiga kali, maka sudah bisa disebut minyak jelantah. Nah, minyak jelantah ini jangan dibuang. Jangan dibuang ke selokan air, tanah ataupun tempat sampah. DONT!!!

Saya kutip dari websitenya Dinas Lingkungan Hidup Propinsi DKI Jakarta, bahwa membuang minyak jelantah ke selokan air bisa berdampak pada rusaknya dapat menyebabkan rusaknya ekosistem perairan karena meningkatnya kadar Chemical Oxygen Demind (COD) serta Biological Oxygen Demind (BOD) yang disebabkan tertutupnya permukaan air dengan lapisan minyak sehingga sinar matahari tidak dapat masuk ke perairan, akibatnya biota-biota perairan mengalami kematian yang akhirnya akan mengganggu ekosistem perairan tersebut.

Sama halnya jika minyak jelantah dibuang ke tanah. Minyak jelantah dapat mencemari tanah karena akan menyebabkan pori-pori tanah tertutup & tanah menjadi keras. Sehingga tidak mampu lagi mendukung aktivitas manusia. Yang bisa jadi dapat menghambat pertumbuhan tanaman. 

Bagaimana jika minyak jelantah dibuang ke tempat sampah?  JANGAN...JANGAN. Beuh............ tambah parah lagi. Ini tidak menyelesaikan masalah. Justru dapat memperburuk keadaan. Sampah organik dan non-organik saja belum tentu didaur ulang, apalagi minyak jelantah.

 

Masih bisa kita gunakan.

Harus bagaimana dong? Jangan cemas, jangan galau, jangan bimbang gaes. Ternyata minyak jelantah masih bisa kita gunakan. Lebih tepatnya bisa kita daur ulang dengan membuat produk baru. Berikut ini produk daur ulang minyak jelantah, yaitu:

1. Menjadi biodesel. Sebagai alternatif bahan bakar mesin diesel. Hal ini telah diuji cobakan oleh mahasiswa di sebuah universitas Indonesia.

2. Sebagai bahan alternatif bahan bakar kompor rumah tangga.

3. Sabun cuci baju/ cuci piring. Jangan digunakan untuk badan ataupun wajah ya. Cara membuatnya bagaimana? Siapkan bahannya dulu yaitu minyak jelantah, soda api, air, pewangi alam (sereh/ tanaman lainnya) bisa juga menggunakan Essential oil. Cara membuatnya bagaimana? silahkan tonton video di bawah ini ya. 

 

4. Dapat dijadikan sebagai lilin aromaterapi. Caranya siapkan bahannya yaitu minyak jelantah, parafin, sumbu lilin, wadah kaca, dan essential oil (aromanya selera masing-masing). Lalu caranya bagaimana? Simak video di bawah ini ya


5. Pupuk tambahan untuk tanaman. Namun perlu diingat, minyak jelantah untuk tanaman hanya bisa digunakan sebagai “pupuk tambahan”. Kita harus menambahkan pupuk dasar berupa pupuk kandang atau kompos dengan tambahan pupuk anorganik, seperti urea, SP, dan KCL.  Ada petunjuk cara memberikannya ke tanaman. Cek di link ini (ilmubudidaya.com/cara-membuat-pupuk-dari-jelantah) 

6. Cairan pembersih lantai.  Hal ini pernah dilakukan oleh mahasiswa di Yogyakarta. Mereka menamainya “Karbon Milan”. 

7. Sebagai makanan unggas. Hal ini telah diuji cobakan oleh mahasiswa di sebuah Universitas Padang.  Caranya dengan memurnikan terlebih dahulu limbah minyak jelantah tersebut untuk menghilangkan sifat karsinogenik yang bisa jadi racun bagi para burung puyuh

8. Bahan bakar lampu minyak. Siapa yang masih memiliki lampu minyak? Lampu minyak biasa digunakan sebagai sumber cahaya yang sumbernya dari minyak tanah. Sebelum lampu emergency mudah didapatkan, ya zaman dulu pakai lampu minyak. Cara membuatnya mudah loh. Berikut caranya (sumber: zerowaste.id) :

  • Sediakan sebuah wadah yang tidak mudah bocor dan tahan panas, misalnya tutup kaleng biskuit atau kaleng lain yang berukuran kecil. 
  • Tuangkan minyak jelantah ke dalam wadah tersebut. 
  • Ambil segumpal kapas dan padatkan seperti sumbu kompor. 
  • Letakkan kapas tersebut di dalam minyak. 
  • Diamkan beberapa saat hingga minyak meresap dan membasahi semua bagian kapas.

 

 

Ada lagi cara yang paling mudah

Dari kedelapan tersebut, ada loh yang paling mudah. Kamu tidak perlu repot-repot untuk mendaur ulang minyak jelantah. Apa itu? Caranya adalah dengan mendonasikan minyak jelantah ke bank jelantah. Ya tentu saja cara ini lebih mudah. Hanya memindahkan minyak jelantah ke botol kosong.

Setelah menggunakan minyak goreng sampai 3x, kemudian pindahkan ke botol/jerigen kosong. Bank jelantah akan membeli minyak jelantahmu. Mereka menggunakan minyak jelantah untuk pembuatan bahan bakar biodesel.

Bank jelantah telah tersebar di berbagai kota yaitu Jakarta, Depok , Bekasi, Cimahi, Bandung, Ciamis, Tasik, Jogya, Semarang, Blora, Solo, Wonogiri, Surabaya, Kalimantan Timur, Banjarmasin, Balikpapan,  Samarinda, dan Sumatera Barat.

Selain bank jelantah, berikut komunitas/organisasi yang mau membeli minyak jelantah yaitu @jelantah4change , @belijelantah , @banksampahbersinar.id . Semua akun-akun tersebut bisa dicari pada sosial media instagram ya. 

UPDATE!!! Sekarang dari tanggal 15/09/2020, perusahaan waste4change menerima minyak jelantah. Yang nantinya digunakan untuk biodesel. Kamu tinggal kirim paket ke kantornya di Kota Bekasi, Jawa Barat. Info selengkapnya cek di
https://www.instagram.com/p/CFJ51D6gyPy/?utm_source=ig_web_copy_link

Hal yang SANGAT TIDAK DISARANKAN adalah menjualnya kembali. Apalagi jika si pembeli menggunakannya untuk dikonsumsi. Memang menguntungkan sesaat, tapi akan mendatangkan kerugian di kemudian hari.  Apalagi jika terus menerus dikonsumsi, sangat tidak baik untuk kesehatan. 

 

Terakhir, jika minyak jelantah itu tidak baik untuk lingkungan apalagi untuk tubuhmu. Emang ada hubungannya ya? wqwq. Ya pokok nya gitu lah gaes. Sebisa mungkin mari kita kurangi makanan yang goreng-gorengan. Apalagi jika kamu sedang diet ataupun sedang menjalani pola hidup sehat.

Balik lagi ke judul. Gorengan itu enak? Kamu yakin? Enak-enak saja jika tidak dikonsumsi berlebihan. Selain harus memilih makanan yang halal, diikuti juga dengan memilih makanan yang baik. Eh tapi bukan maksud saya mencela makanan ya. Tulisan ini hanya sharing saja. kalau misalnya kamu tidak suka makanan tersebut ya hindari. Tidak perlu mencela ataupun berkata “ih makanan nggak sehat. Ih makanan banyak lemak”. Dan lain sebagainya. Jika tidak suka tinggalkan saja. itu lebih baik.

Terimakasih telah membaca.

Semoga bermanfaat ^^

 

Referensi :

http://eprints.polsri.ac.id/94/3/BAB%20II.pdf

https://zerowaste.id/zero-waste-lifestyle/bagaimana-cara-mengolah-minyak-jelantah/

https://health.kompas.com/read/2020/05/09/130000568/bagaimana-minyak-jelantah-bisa-sebabkan-kanker-dan-penyakit-jantung?page=all.

https://lingkunganhidup.jakarta.go.id/dampak-negatif-minyak-jelantah-bagi-lingkungan-dan-kesehatan/

 

You Might Also Like

4 komentar

  1. duh, nggak lagi-lagi deh buang ke selokan, huhu.. sayangnya bank jelantah belum ada di Bali nih.
    didaur ulang jadi lilin boleh juga tuh kak.
    makasih loh infonya :D

    BalasHapus
  2. halo kak.

    kayaknya belum ada di Bali organisasi/komunitas yang mau menyalurkan mijel. ayo tobat kak. hehe.
    kalau daur ulang jadi lilin beli Essential oilnya dulu kak. biar wangi. hehe.
    sama-sama kak. saya senang bisa berbagi.
    dicoba ya. ditunggu ceritanya. hehe

    salam kenal ^^

    BalasHapus
  3. Ini menarik sekali. Mkasih banget infonya Mbak Mirna.

    Saya pecinta gorengan sih, huhu. Alhamdulillah, kalo masak itu nggak pernah nyisain minyak jelantah. Urutannya masak gorengan dulu, baru masak sayur. jadi ga ada sisa deh, hihi

    Saya sempat lihat temen yang di purwakarta menabung minyak jelantah. Saya agak bingung saat itu, tapi lupa kok ga nanya. Ternyata manfaatnya lumayan banyak juga yaa Bisa dipraktekkin nanti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama mba ghina. Saya senang sekali jika tulisan saya bermanfaat.

      Ayo dipraktekkan mba. Haha. Ditunggu ceritanya ya .salam kenal mba ghina ^^

      Hapus

Mari berteman ^^