Biasanya ketika berolahraga menghasilkan keringat bukan? Baju jadi basah dan badan pun bau. Tapi ada loh olahraga yang tidak menghasilkan keringat. Yakni olahraga renang. Gimana mau keringetan, ‘kan olahraganya di dalam air. Sudah bercampur dengan air kolam renang mungkin ya? haha.
Renang itu asyik. Kangen renang...
Selain itu, olahraga renang memiliki beberapa keunggulan daripada olahraga lainnya yaitu membuat badan rileks, dapat meredakan stress dan depresi, cocok untuk penderita asma ringan dan bisa menjadi terapi untuk penyandang autisme.
Meskipun demikian, olahraga renang juga memiliki beberapa kekurangan. Jika Anda ingin berenang secara professional, maka Anda harus memiliki beberapa perlengkapan. Seperti baju renang, kacamata renang, penutup kepala, pelampung, dll. Tujuan lainnya berguna untuk keselamatan dalam berenang. Namun, hukumnya nggak wajib sih, sunah. Jadi jatuhnya lebih mahal. Ongkos masuk kolam renangnya juga belum dihitung. Setelah berenang harus membawa baju renang yang basah ke rumah (tidak berlaku jika rumah/apartemennya ada kolam renang).
Buat perempuan berjilbab juga sangat merepotkan. Setelah renang kan rambut basah tuh. Rambut yang masih basah tersebut langsung dipakaikan jilbab. Hal ini membuat rambut jadi lepek. Nggak enak banget deh. Sesampainya di rumah wajib langsung cuci baju renang. Jangan sampai berhari-hari tidak dicuci. Akan muncul bau tidak sedap.
Renang bisa bikin hamil? Percaya nggak?
Beberapa pekan lalu muncul trending di twitter terkait isu hamil karena olahraga renang. Kalau Anda percaya sama isu tersebut, maka solusinya adalah jangan renang. IYA Jangan renang di kolam renang campur laki-laki & perempuan. Cari kolam renang yang khusus perempuan saja atau buat kolam renang pribadi. Wah...wah. itu sih impian saya. Mohon doakan supaya terkabul ya. XD
Pada kolam renang umum, banyaknya para pengunjung
yang berenang bisa menyebabkan sarana penyebaran penyakit. Misalnya penyakit
kulit, diare, muntaber, dan infeksi telinga. Paling sebel kalau ada pengunjung
yang pipis, makan & buang ludah dalam kolam. Idih. Jijik banget deh. Itu
juga bisa menjadi media perantara penyakit. Bau kaporit yang berlebihan pun
bisa membuat mual & pusing. Juga berdampak pada mata merah, kulit kusam,
dan rambut kaku.
Berenang Di Masa Pandemi. Berani Nggak?
Pada tahap The New Normal ini, perlahan-lahan Pemerintah & berbagai kalangan berusaha hidup normal. Berupaya menjadikan semua kegiatan seperti awal. Normal seperti sebelum adanya penyebaran Virus Corona. Beberapa tempat pun sudah diakses untuk umum yaitu mall, perkantoran, tempat ibadah, dan pertokoan. Tak ketinggalan tempat kebugaran tubuh yakni kolam renang.
Saya lansir dari detik.com bahwa Dr. Reisa Broto Asmoro selaku Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyampaikan bahwa bolehnya kolam renang diakses untuk publik. Dengan memperhatikan protokol kesehatan. Diantaranya yaitu:
🏊 Disinfeksi air kolam renang
dr Reisa menyebut pengelola kolam renang harus bisa memastikan bahwa air kolam dibersihkan secara rutin dan menggunakan disinfektan. Pihak kolam renang harus menginformasikan kepada pengunjung perihal kondisi air kolamnya. Disinfektan yang digunakan yaitu dengan klorin. Usahakan mencapai ph air 7,2 sampai 8.
🏊 Area sekitar kolam renang rutin didisinfeksi
Tidak hanya air kolam saja. tak ketinggalan area sekitar kolam wajib didisinfeksi secara rutin. Seperti meja, kursi, kantin, papan pengumuman, dll. Tujuannya untuk menghindari risiko pengunjung tertular karena dari permukaan yang sering disentuh.
🏊 Batasi jumlah pengunjung
Jika Anda ingin renang, pastikan bahwa Anda sedang sehat ya. kalau sakit lebih baik istirahat di rumah. Yang termasuk ke dalam kelompok berisiko COVID-19, maka jangan berenang dulu. Pengunjung & pengelola harus tegas terkait hal ini. membatasi jumlah pengunjung dilakukan agar tidak terjadi kerumunan & jarak bisa diterapkan.
🏊 Menggunakan peralatan masing-masing
Biasanya pengelola kolam renang menyediakan penyewaan alat renang. Untuk saat ini, lebih baik jika menggunakan alat renang sendiri. seperti, pelampung, dan kacamata renang.
🏊 Wajib memakai masker sebelum dan sesudah berenang.
Saat mengunjungi kolam renang jangan lupa
tetap memakai masker. Alat pelindung diri ini hanya dilepas ketika berenang dan
kembali dipakai setelahnya. Bukan dipakai saat di kolam renang. Khawatirnya dapat
menganggu kenyamanan saat berolahraga.
Tercatat sampai tanggal 26 Juli 2020, bertambah 1.492. Sehingga jumlah kasus saat ini menjadi 98.778.
(sumber ternate.tribunnews)
Lantas, dengan terus bertambahnya kasus positif apakah Anda berani berenang di
kolam renang umum? Jika saya pribadi berpendapat bahwa senang banget
diperbolehkan renang. Saya memang menyukai olahraga renang. Tapi pikir-pikir
juga sih. Tujuannya kan untuk berenang mendapatkan kebugaran tubuh dan sebagai manajemen
stress.
Intinya bahwa ....
Biasanya pun saya berenang di kolam renang khusus perempuan. Bukan publik yang
campur baur laki-laki dan perempuan. Bukan karena isu hamil ya. Namun, memang
saya lebih nyaman di tempat yang khusus perempuan saja. Risih gitu kalau ada
laki-lakinya. Hehe.
Intinya saya masih ragu untuk renang. Meskipun telah menerapkan protokol
kesehatan. Nggak yakin deh pokoknya. Lantas bagaimana dengan Anda? Mau tetap
berenang di masa pandemi? Masa pandemi virus Corona yang tidak tahu kapan akan
berakhir. Hiks.
Sabar-sabar ya buat kamu yang suka renang. Meskipun olahraga renang ini sangat mengasyikan, namun juga perlu beraneka macam persiapan. Apalagi di saat pandemi Virus Corona. Sangat butuh persiapan ekstra dengan mematuhi semua protokol kesehatan.
UPDATE!!! Di bulan September tahun 2020 ini, saya memberanikan diri olahraga renang. Alhamdulillah sepi. Sepi banget berasa kolam renang pribadi. Hehe
Terimakasih telah membaca.
Jaga kesehatan ya ^^
Referensi :
https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/manfaat-berenang-untuk-anak-autisme/#gref
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/5-penyakit-di-kolam-renang/#gref