DIY Mouthwash dari rempah-rempah & VCO

Juli 04, 2020

Mulut & gigi merupakan alat vital yang dimiliki manusia. Fungsinya untuk mengunyah makanan minuman sebelum dicerna oleh usus dan lambung. Maka dari itu harus dirawat dibersihkan setiap hari. Bahkan sehari bisa lebih dari 2x tergantung kondisi. Bisa dengan cara menyikat gigi, flossing (dengan dental floss), pergi ke dokter gigi, dan berkumur-kumur. Produk yang digunakan untuk berkumur-kumur disebut mouthwash. 

Namun, mouthwash yang dijual di pasaran mengandung alkohol. Sehingga membuat beberapa orang tidak menyukainya. Termasuk saya, ketika menggunakan mouthwash yang ada di supermarket, mulut terasa panas. Rasanya sungguh tidak enak. Kapok pakai itu. Bukan berarti saya jilat-jilat dan telan ya. Solusinya adalah membuat sendiri atau do it yourself (DIY). Bahan-bahannya pun mudah ditemukan, kalau tidak ada di rumah bisa membelinya. Berikut caranya:

Resep pertama

Bahan:

– 1 cup air (±250 ml)

– 1 sdt cengkeh

– 1 sdt bubuk kayu manis atau 2 batang kayu manis utuh

– daun peppermint/ kulit jeruk/ Rosemary untuk menambahkan aroma & rasa (optional)

Cara membuat:

  1. Masak air hingga mendidih. Kemudian masukkan cengkeh, kayu manis & bahan optional
  2. Matikan api. Tunggu sampai dingin
  3. Saring dengan cloth strainer/ saringan biasa kalau kayu manis batang
  4. Tuangkan ke botol
  5. Simpan di lemari es diantara pemakaian.
sumber: pixabay

Resep kedua

Berkumur dengan madu dan bubuk kayu manis yang telah bercampur air hangat

Resep ketiga

Berkumur dengan bubuk kayu manis yang telah dicampur air.

Resep keempat

Berkumur secara teratur dengan air garam akan mengurangi rasa sakit karena gigi keropos dan menyegarkan mulut Anda serta menghilangkan bau tak sedap.

Resep di atas adalah DIY mouthwash menggunakan bahan utamanya rempah-rempah; cengkeh, kayu manis, dan garam. Lalu bagaimana cara membuat mouthwash dari minyak kelapa/ VCO? Well, sebenarnya saya tidak bisa mengatakan ini sebagai mouthwash. Jika Anda cari di internet VCO bisa digunakan sebagai obat kumur atau sering disebutnya Oil pulling.

sumber: pixabay.com/moho01

Apa itu oil pulling?

Oil pulling merupakan metode terapi membersihkan gigi sejak zaman India kuno. Baru terkenal sekarang. (*Lebih tepatnya saya baru tahu. Hehe). Orang-orang zaman dahulu menggunakan minyak nabati seperti minyak wijen, minyak zaitun, atau minyak biji matahari. Akan tetapi, para peneliti menyarankan berkumur menggunakan minyak kelapa atau VCO agar bisa mendapatkan lebih banyak manfaatnya. Diantara manfaat yang didapat dari oil pulling dengan VCO, yaitu:

– membunuh mikroorganisme bakteri jahat

– mengatasi bau mulut, radang gusi, plak

– mencegah kerusakan gigi

– melawan infeksi

– meningkatkan imunitas, dsb.

Caranya:

  1. Berkumur-kumur dengan 1-2 sdm VCO selama 15-20 menit. Atau paling singkatnya 5 menit. Pada artikel grid health, menyarankan 15-20 menit. Karena semakin lama berkumur, maka bakteri akan mudah disingkirkan.
  2. Kemudian diludahkan ke tanah. Jangan ditelan ya. Tidak disarankan buang ke selokan/ saluran air/ wastafel karena bisa menyumbat pipa.
  3. Sebaiknya dilakukan ketika bangun tidur. Saat perut kosong sebelum makan ataupun minum.
  4. Kumur perlahan-lahan. Jangan terlalu keras karena bisa menyebabkan rahang terasa sakit.
  5. Setelah berkumur-kumur, sikat gigi seperti biasa.

Resep mouthwash dan oil pulling dengan bahan natural alami tanpa kimia berbahaya di atas patut dicoba. Selain tidak menambah sampah baru, juga memperoleh manfaat dari bahan-bahan tersebut. Bukan berarti Anda akan 100% cocok ya. Terkadang hasilnya berbeda-beda pada setiap orang. Mungkin ada yang cocok, dan ada yang tidak. Meskipun bahan & takarannya sama. Selamat mencoba. ^^

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Terimakasih.


Referensi:

https://www.instagram.com/p/B2FxY_OAgK6/?igshid=16luxjwkskfhu

https://www.instagram.com/p/B-OiiQbFpRZ/?igshid=fgqf82kndyku

https://health.grid.id/amp/352000574/penyakit-gigi-dan-mulut-oil-pulling-terapi-kuno-india-untuk-melawan-radang-gusi-dan-plak-gigi?page=all

– Jerry D. Gray dalam bukunya Rasullullah Is My Doctor (2010).

You Might Also Like

0 komentar

Mari berteman ^^