Pelepasan Virtual

Juli 20, 2020




Aku melihat kalender akademik yang menunjukkan tanggal
acara itu. Acara yang sangat penting yaitu pelepasan murid-murid ku. Tentu saja aku tak 'kan lupa. Sudah 5 tahun aku mengajar & membimbing mereka. Waktu sangat cepat berlalu ya. Time flies.


"Bu, nanti tanggal 30 susunan acaranya apa saja, Bu?"
"Bu, aku nanti kebagian tugas apa, Bu?"

“Bu, nanti kelas kita duluan yang dipakaikan medali?"


Dan masih banyak sederet pertanyaan lainnya. Mereka sungguh antusias. Tapi aku tidak. Rasanya sedih. Hatiku sedih melepaskan mereka. Lebay ya? Ya begitulah mungkin karena aku perempuan jadi lebih perasa. Menuju H-30 acara pelepasan mereka.


"Sabar ... sabar ya. Nanti Bu guru rapatkan dulu dengan kepala sekolah. Kalian tunggu kabar dari ibu ya".


🎓🎓🎓🎓🎓🎓🎓


Senangnya mereka bisa berkumpul dengan teman-temannya ketika pelepasan nanti. Berbeda dengan diriku saat itu. Mungkin ini takdir dari Yang Maha Kuasa. Aku terlahir sebagai angkatan yang lulus dengan mudah karena dampak penyebaran virus Corona. Senang sih tidak perlu ikut UAN. Meskipun telah lelah ikut les, pemantapan, belajar dan belajar setiap hari.


Berkat Corona angkatan ku harus belajar online dari rumah. Ini hal baru untuk kami. Saat itu ummi dengan sabar menasihatiku agar belajar dari rumah saja. Ummi menjelaskan tentang bahayanya virus Corona & cara penyebarannya. Untungnya aku patuh. Dengan terpaksa belajar di rumah. Ya awalnya sedih, lalu senang, lalu sedih lagi. Kemudian perasaanku jadi semakin sedih saat acara pelepasan harus dilakukan secara online. Memendam rindu dengan teman-teman, sekolah dan guru. Hiks.


Ketika memandang medali sebagai simbol kelulusanku yang didapatkan dari sekolah. Air mataku menetes. Waktu yang berjalan sangat cepat. Tidak terasa, aku tak menyangka akan segera ke jenjang SMP, berpisah dengan teman-teman SD. Hiks.


Tentu Ummi dan Ayah juga merasakan sedih seperti diriku. Ayah berpesan agar tak perlu terlalu banyak bersedih. Ummi menambahkan bahwa kita jangan banyak mengeluh. Masih banyak nikmat yang Allah kasih. Alhamdulillah aku bisa menuntaskan sekolah, meskipun saat itu keuangan keluarga kami sedang menurun.

Aku masih bisa merayakan hari kelulusan bersama keluarga di rumah. Tak mengapa aku menjalani itu. Kejadian yang tak 'kan ku lupa. Meskipun aku termasuk angkatan Corona. Aku percaya ada hikmah yang bisa didapat. Biar lah menjadi cerita nyata, pengalaman tak terlupa. Meskipun pelepasan virtual, hanya berjumpa dalam layar gadget. Tak mengurangi rasa haru & doa dari para guru. Terimakasih wahai Ibu & Bapak guru. 😊

-Juli, 2020- 

You Might Also Like

3 komentar

  1. "angkatan corona" :(
    sedih ya, tapi mau gimana lagi. keadaan gak memungkinkan. gpp, ini bakal jadi cerita unik dalam hidup kita.
    btw, selamat atas kelulusannya kak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu bukan kisah saya mba. Kisah orang lain. Saya lulus udah lama. Hahaha.
      Pandemi corona memang menyimpan cerita. Unik dari yang lain .hehe.
      Salam kenal mba ^^

      Hapus
  2. Bagus banget tulisannya , tdk bosan
    bacanya

    BalasHapus

Mari berteman ^^