Berenang Di Masa Pandemi. Berani Nggak?

Juli 26, 2020



Banyak cara agar memiliki tubuh yang sehat & daya tahan tubuh yang kuat. Salah satu caranya dengan berolahraga. Olahraga pun banyak macamnya. Ada yang indoor atau outdoor. Olahraga ringan atau berat. Olahraga di darat maupun di air. Sejatinya semua orang bisa melakukan kegiatan ini. Namun tergantung dari jenis olahraganya.

Biasanya ketika berolahraga menghasilkan keringat bukan? Baju jadi basah dan badan pun bau. Tapi ada loh olahraga yang tidak menghasilkan keringat. Yakni olahraga renang. Gimana mau keringetan, ‘kan olahraganya di dalam air.  Sudah bercampur dengan air kolam renang mungkin ya? haha.

 

Renang itu asyik. Kangen renang...

Selain itu, olahraga renang memiliki beberapa keunggulan daripada olahraga lainnya yaitu membuat badan rileks, dapat meredakan stress dan depresi, cocok untuk penderita asma ringan dan bisa menjadi terapi untuk penyandang autisme.

Meskipun demikian, olahraga renang juga memiliki beberapa kekurangan. Jika Anda ingin berenang secara professional, maka Anda harus memiliki beberapa perlengkapan. Seperti baju renang, kacamata renang, penutup kepala, pelampung, dll. Tujuan lainnya berguna untuk keselamatan dalam berenang. Namun, hukumnya nggak wajib sih, sunah. Jadi jatuhnya lebih mahal. Ongkos masuk kolam renangnya juga belum dihitung. Setelah berenang harus membawa baju renang yang basah ke rumah (tidak berlaku jika rumah/apartemennya ada kolam renang).

Buat perempuan berjilbab juga sangat merepotkan. Setelah renang kan rambut basah tuh. Rambut yang masih basah tersebut langsung dipakaikan jilbab. Hal ini membuat rambut jadi lepek. Nggak enak banget deh. Sesampainya di rumah wajib langsung cuci baju renang. Jangan sampai berhari-hari tidak dicuci. Akan muncul bau tidak sedap.

 

Renang bisa bikin hamil? Percaya nggak?

Beberapa pekan lalu muncul trending di twitter terkait isu hamil karena olahraga renang. Kalau Anda percaya sama isu tersebut, maka solusinya adalah jangan renang. IYA Jangan renang di kolam renang campur laki-laki & perempuan. Cari kolam renang yang khusus perempuan saja atau buat kolam renang pribadi. Wah...wah. itu sih impian saya. Mohon doakan supaya terkabul ya. XD

Pada kolam renang umum, banyaknya para pengunjung yang berenang bisa menyebabkan sarana penyebaran penyakit. Misalnya penyakit kulit, diare, muntaber, dan infeksi telinga. Paling sebel kalau ada pengunjung yang pipis, makan & buang ludah dalam kolam. Idih. Jijik banget deh. Itu juga bisa menjadi media perantara penyakit. Bau kaporit yang berlebihan pun bisa membuat mual & pusing. Juga berdampak pada mata merah, kulit kusam, dan rambut kaku.


Berenang Di Masa Pandemi. Berani Nggak?

Pada tahap The New Normal ini, perlahan-lahan Pemerintah & berbagai kalangan berusaha hidup normal. Berupaya menjadikan semua kegiatan seperti awal. Normal seperti sebelum adanya penyebaran Virus Corona. Beberapa tempat pun sudah diakses untuk umum yaitu mall, perkantoran, tempat ibadah, dan pertokoan. Tak ketinggalan tempat kebugaran tubuh yakni kolam renang.

Saya lansir dari detik.com bahwa Dr. Reisa Broto Asmoro selaku Tim Komunikasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, menyampaikan bahwa bolehnya kolam renang diakses untuk publik. Dengan memperhatikan protokol kesehatan. Diantaranya yaitu: ⁣

🏊 Disinfeksi air kolam renang

dr Reisa menyebut pengelola kolam renang harus bisa memastikan bahwa air kolam dibersihkan secara rutin dan menggunakan disinfektan. Pihak kolam renang harus menginformasikan kepada pengunjung perihal kondisi air kolamnya. Disinfektan yang digunakan yaitu dengan klorin. Usahakan mencapai ph air 7,2 sampai 8.

🏊 Area sekitar kolam renang rutin didisinfeksi

Tidak hanya air kolam saja. tak ketinggalan area sekitar kolam wajib didisinfeksi secara rutin. Seperti meja, kursi, kantin, papan pengumuman, dll. Tujuannya untuk menghindari risiko pengunjung tertular karena dari permukaan yang sering disentuh.

🏊 Batasi jumlah pengunjung⁣

Jika Anda ingin renang, pastikan bahwa Anda sedang sehat ya. kalau sakit lebih baik istirahat di rumah. Yang termasuk ke dalam kelompok berisiko COVID-19, maka jangan berenang dulu. Pengunjung & pengelola harus tegas terkait hal ini.  membatasi jumlah pengunjung dilakukan agar tidak terjadi kerumunan & jarak bisa diterapkan.

🏊 Menggunakan peralatan masing-masing⁣

Biasanya pengelola kolam renang menyediakan penyewaan  alat renang. Untuk saat ini, lebih baik jika menggunakan alat renang sendiri. seperti, pelampung, dan kacamata renang.

🏊 Wajib memakai masker sebelum dan sesudah berenang.⁣

Saat mengunjungi kolam renang jangan lupa tetap memakai masker. Alat pelindung diri ini hanya dilepas ketika berenang dan kembali dipakai setelahnya. Bukan dipakai saat di kolam renang. Khawatirnya dapat menganggu kenyamanan saat berolahraga.


Tercatat sampai tanggal 26 Juli 2020, bertambah 1.492.  Sehingga jumlah kasus saat ini menjadi 98.778. (sumber ternate.tribunnews)

Lantas, dengan terus bertambahnya kasus positif apakah Anda berani berenang di kolam renang umum? Jika saya pribadi berpendapat bahwa senang banget diperbolehkan renang. Saya memang menyukai olahraga renang. Tapi pikir-pikir juga sih. Tujuannya kan untuk berenang mendapatkan kebugaran tubuh dan sebagai manajemen stress.

Intinya bahwa ....

Biasanya pun saya berenang di kolam renang khusus perempuan. Bukan publik yang campur baur laki-laki dan perempuan. Bukan karena isu hamil ya. Namun, memang saya lebih nyaman di tempat yang khusus perempuan saja. Risih gitu kalau ada laki-lakinya. Hehe. ⁣

Intinya saya masih ragu untuk renang. Meskipun telah menerapkan protokol kesehatan. Nggak yakin deh pokoknya. Lantas bagaimana dengan Anda? Mau tetap berenang di masa pandemi? Masa pandemi virus Corona yang tidak tahu kapan akan berakhir. Hiks. ⁣

Sabar-sabar ya buat kamu yang suka renang. Meskipun olahraga renang ini sangat mengasyikan, namun juga perlu beraneka macam persiapan. Apalagi di saat pandemi Virus Corona. Sangat butuh persiapan ekstra dengan mematuhi semua protokol kesehatan.

UPDATE!!! Di bulan September tahun 2020 ini, saya memberanikan diri olahraga renang. Alhamdulillah sepi. Sepi banget berasa kolam renang pribadi. Hehe

 

Terimakasih telah membaca.

Jaga kesehatan ya ^^

 

Referensi :

https://hot.liputan6.com/read/3937115/6-manfaat-renang-untuk-kehidupanmu-bisa-meredakan-stres-dan-depresi

https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/manfaat-berenang-untuk-anak-autisme/#gref

https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/5-penyakit-di-kolam-renang/#gref

https://health.detik.com/kebugaran/d-5072017/disinggung-dr-reisa-ini-5-protokol-kesehatan-saat-di-kolam-renang

https://ternate.tribunnews.com/2020/07/26/breaking-news-tambah-1492-jumlah-kasus-virus-corona-di-indonesia-jadi-98778-per-26-juli-2020

 

You Might Also Like

4 komentar

  1. aku percaya kalo berenang bisa bikin hamil, tapi berenangnya sama suamilah, ahaha..
    aku sama keluarga kurang suka berenang dikolam sih, senengnya langsung ke pantai, lebih menantang, hihi.. tapi belum pernah nyebur lagi sih semenjak pandemi, jadi kami alihkan kegiatan renang dengan main layang-layang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. berenang sama suami bisa bikin hamil? aduh ketawa online saya mba. hahaha.
      that's good idea mba. apalagi kalau punya bocil harus punya beragam aktivitas biar betah di rumah aja.

      terimakasih sudah berkunjung ^^

      Hapus
  2. Bagusnyaaa tulisanmu mir. Sukses teruusss

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih ya ^^

      sukses juga untukmu

      Hapus

Mari berteman ^^