Berbagi Dahulu, Akan Abadi Kebaikanmu

Juli 04, 2020


Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, 
“Saat seseorang berada di suatu padang pasir ia mendengar suara di awan, ‘siramilah kebun si Fulan.’ lalu awan itu menjauh dan menuangkan air. ternyata di kebun itu ada seseorang yang tengah mengalirkan air dengan sekopnya. 

Ia bertanya kepadanya, ‘Wahai hamba Allah Siapakah namamu?’ 
Orang itu menjawab ‘fulan’. Iya menyebut nama yang sama dengan yang ia dengar dari awan. Ia bertanya ‘Wahai hamba Allah mengapa engkau menanyakan namaku?’. 
Orang itu menjawab, ‘aku mendengar suara di awan di mana inilah airnya. Apa yang kau lakukan di kebunmu?’ 

Ia menjawab, ‘karena engkau mengatakan seperti itu (aku akan menjawabnya). Ketika panen aku menyedekahkan sepertiganya, memakan sepertiganya bersama keluargaku, dan menggunakan sepertiganya untuk benih berkebun lagi’.” (HR Muslim) ¹

*★★★*

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan manusia lainnya dalam semua keseharian hidup. Memenuhi kebutuhan pangan, sandang, papan dan kebutuhan hidup lainnya.  Hidup berdampingan, bergaul dengan manusia lain menjadi mutlak diperlukan yang menciptakan sebuah tatanan sosial. Beragam perbedaan yang menghiasi masyarakat, menjadikan warna tersendiri yang menarik perhatian. Sesuai dengan semboyan negara Indonesia bahwa berbeda-beda tetap satu juga. Meskipun banyak perbedaan yang ada, pasti juga terdapat persamaan. Saling terikat, memiliki nasib yang sama, bangsa yang sama, agama yang sama, dan tempat tinggal yang sama. Persamaan tersebut merupakan beberapa faktor adanya rasa peduli terhadap sesama.

Rasa peduli yang muncul bisa diwujudkan dalam bentuk berbagi. Siapapun bisa melakukannya. Tak terikat oleh gender, usia, status sosial, profesi, bangsa dan agama. Berbagi bisa dilakukan di manapun, dan kapanpun Anda ingin. Berkat kemudahan internet, cara berbagi bisa menjadi lebih mudah, cepat dan tepat. Berbagi tak harus bersusah payah pergi ke pelosok desa. Bahkan di dalam rumah, berselimut manja bersama kasur guling tempat terindah untuk rebahan. Sungguh, beruntung lah manusia yang hidup zaman itu. Yang dapat memanfaatkan media dan kesempatan untuk berbagi sebanyak-banyaknya. Mengumpulkan amal kebaikan sepuas-puasnya untuk bekal alam akhirat.

Berbagi apapun itu dan kapanpun

Melihat berbagai fenomena seperti; pandemi virus Corona, bulan Ramadhan, musibah alam, konflik Palestina, Suriah dan peristiwa lainnya. Waktu pencetusnya manusia untuk menunjukkan bentuk kepeduliannya. Sedih rasanya jika orang lain mendapat dampak musibah. Namun, di sisi lain hal ini dapat mengasah rasa simpati dan empati semua manusia.
Berbagi tidak hanya bentuk uang saja. Bisa bentuk jasa (waktu, ilmu, tenaga, dll) dan barang (makanan, pakaian, alat tulis, dll). Alangkah baiknya dalam berbagi pun melihat apa yang diperlukan si penerima. Tak melulu hanya uang.  Buku dan alat tulis pun bisa diberikan. Bebas sesuai kondisi & kebutuhan si penerima yang paling banyak manfaatnya.

Dampak positif  berbagi

Banyak keuntungan yang diperoleh bagi si pemberi. Baik dia berbagi di waktu lapang, maupun waktu sempit. Masing-masing ada keistimewaannya. Kebaikan yang kita lakukan akan berdampak positif kepada diri sendiri. Berikut 3 dampak positif dari kebaikan berbagi.
  1.  Dari segi sosial & ekonomi
Kebaikan berbagi banyak sekali. Salah duanya adalah dari segi ekonomi dan sosial. Meningkatkan rasa peduli sesama menjadi lebih peka dengan lingkungan sekitar. Memupuk rasa empati dengan yang terkena musibah. Berbagi membuat kualitas hidup meningkat karena dapat melepaskan rasa prasangka buruk pada orang lain. Membuat hidup lebih berwarna, ceria, menyenangkan hati. Membuka pintu rezeki bagi si pemberi. Dapat  mengurangi kesenjangan sosial. Orang miskin yang mendapat sedekah bisa menaikkan taraf hidupnya. Bisa jadi karena sedekah dapat bersekolah, dapat kerja,dan dapat tercukupi kebutuhannya. Lalu selanjutnya si penerima sedekah lah yang akan melanjutkan kebaikan berbagi ke orang lain..
  1. Dari segi kesehatan fisik dan jiwa.
Menurut National Health Service Choices mengungkapkan, seseorang yang berbagi dengan ikhlas dalam jumlah yang kecil maupun besar dapat membuat gembira. Tidak hanya gembira, seseorang yang sering melakukan berbagi dalam kehidupannya merasa lebih puas pada kehidupan yang ia jalani.² Seorang pemberi sedekah akan merasa bahagia sehingga bisa terhindar dari stress. Menurunkan tingkat stres. Dapat menurunkan tekanan darah karena dia merasa bahagia melakukan kegiatan berbagi. Mengurangi sifat kikir, yang di mana termasuk penyakit jiwa.
  1. Dari segi agama islam
Dalam islam berbagi erat kaitannya dengan zakat. Termasuk rukun Islam ketiga setelah salat dan sebelum puasa. Hukumnya wajib jika sudah mencapai nisab. Sedangkan infaq atau sedekah hukumnya sunnah yang paling afdhal (utama)³.  Jika seorang muslim melaksanakan ibadah ini, maka banyak sekali keuntungan yang didapatkan. Untuk kehidupannya di dunia dan di akhirat. Kebaikan sedekah bisa membuat pelakunya masuk surga, mendapatkan pahala, rezeki yang dimilikinya menjadi berkah, menggugurkan dosa, memperpanjang umur, menolak musibah, menyelamatkan diri dari siksa api neraka, menjadi sebab terkabulnya doa. Pada sedekah jariyah pahala yang diperoleh bisa terus menerus bertambah meskipun si pemberi telah meninggal. Ibaratnya seperti passive income bagi seorang muslim agar tenang di akhirat nanti.

Namun, jika manusia enggan berbagi, maka dia termasuk orang yang merugi. Padahal berbagi itu sangat mudah. Meskipun hanya memberikan Rp 1000 atau menyisihkan waktu sebentar untuk menolong orang lain. Berdasarkan rasa peduli yang tinggi, dompetdhuafa telah memudahkan para pemberi sedekah/zakat sebagai penyalur untuk kepada yang membutuhkan. Tak terbatas untuk program dakwah saja, juga mencakup; kesehatan, pendidikan dan ekonomi. Berbagi itu bentuk sayang kepada harta. Dengan berbagi harta akan terbawa sampai akhirat kelak. Berbentuk amal kebaikan, membawa si pemberi ke surga.
Berbagi itu bentuk sayang kepada harta. Dengan berbagi harta akan terbawa sampai akhirat kelak. Berbentuk amal kebaikan, membawa si pemberi ke surga.
Berbagi tak harus menunggu sebuah fenomena viral. Saat ini dan sekarang juga bisa dilakukan. Selagi kesempatan masih ada. Pintu masih terbuka lebar. Sebelum malaikat maut menjemput. Ayo menebar kebaikan mulai detik ini. Saat ini. Berbagi itu mudah dan banyak kebaikan didalamnya.
“yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun di waktu sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan..” (QS. Ali Imran: 134)4
Allahu’alam bishawab.
“Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Blog Menebar Kebaikan yang diselenggarakan oleh Dompet Dhuafa”

You Might Also Like

0 komentar

Mari berteman ^^