Saya Ingin Menjadi Racun Gaya Hidup Minim Sampah

Juli 12, 2020






Halo... kalau Anda blogger atau penulis wajib hukumnya mengikuti komunitas menulis/ blogger. Alasannya agar memiliki teman-teman seperjuangan dalam menulis. Syukur-syukur jika bisa konsisten menulis. Juga bisa asik mengikuti challenge. Seperti saat ini saya sedang mengikuti tantangan menulis di komunitas 1minggu1cerita. Pada awal bulan diberikan tema khusus. Ya meskipun saya sudah menyetor tulisan yang tidak bertema. Rasanya jiwa perfeksionis ini meronta-ronta. Mewajibkan diri untuk setor tulisan yang sesuai tema. Hehe. Saya sekarang punya dua blog yang berbeda niche nya. 


Mirnaafmembaca.blogspot.com adalah blog tentang seputar buku. Sedangkan blog mirnaaf.com merupakan blog seputar lingkungan & kesehatan. itu lah  cerita saya. hahaha. Maaf jika agak-agak tidak nyambung dengan judul. Curhat sedikit. Hehe. 


-#######-


Jika Anda mendengar kata racun apa yang Anda pikirkan? Sesuatu yang negatif atau positif? Saya kutip dari website KBBI, racun adalah zat (gas) yang dapat menyebabkan sakit atau mati (kalau dimakan, dihirup). Selain itu racun yang bermakna negatif bisa digunakan dalam kiasan. Racun yang bermakna negatif dapat menyebabkan kerugian secara fisik ataupun mental manusia/hewan/makhluk hidup. Kalau contoh racun yang merugikan secara mental adalah dosa, toxic dalam suatu hubungan (teman/ pasangan), kalimat verbal & perilaku. Ada istilah toxic positivity. Boleh nih kapan-kapan menulis tentang ini. Bisa sembari mengulang kembali pelajaran saat kuliah dulu. Hehe. 


Namun sekarang racun bisa bermakna positif. Saya terinspirasi dari captionnya akun instagram @1minggu1cerita dan tulisannya Mba Siti perihal menjadi penyebar racun bermakna positif. Kalau kata Mba Siti, racun – yang bermakna positif – bisa sebagai sesuatu yang mampu memberi pengaruh yang sangat kuat terhadap pendapat atau opini seseorang. Contohnya adalah public figure (presiden, influencer, selebgram, dan artis). 


Kalau penulis favorit saya Marie Kondo. Dia juga sebagai penyebar racun untuk menerapkan metode berbenah ala Jepang. Raditya Dika sebagai penyebar racun dalam dunia stand up comedy & blog. Ayudia Bing Slamet sebagai penyebar racun agar wanita Indonesia menggunakan menstrual cup. Dan masih banyak lainnya. 


Sedangkan akun penyebar racun gaya hidup zero waste yaitu zerowaste indonesia, DK Wardhani, Sustaination, Waste4change, dsb. Saya mem-follow akun-akun tersebut di instagram. Keren banget sangat memotivasi, juga melahirkan inspirasi gaya hidup zero waste


#NormalinYuk


Mereka adalah penyebab di mana saya ingin lebih banyak berkontribusi. Ingin menjalankan secara menyeluruh gaya hidup zero waste. Saya sering posting konten (dalam bentuk foto/tulisan/video) tentang kegiatan seputar zero waste di sosial media saya. Entah itu kegiatan saya pribadi atau reposting sumber dari akun lain. Tujuan saya adalah ingin memberikan informasi, mengedukasi, tentang gaya hidup ini. Agar tidak asing untuk para netizen +62. Normalin yuk kalau kata akunnya zerowaste_Indonesia. 

foto: kirim botol plastik ke bank sampah


Mulai dari yang paling mudah: bawa sendiri kantong belanjamu


Banyak nilai yang bisa saya & kita semua adaptasi. Tentu saja dengan melakukan hal yang paling mudah. Membawa kantong belanja & bawa tempat minummu sendiri. Demi mengurangi sampah/plastik sekali pakai. Perihal hal ini, Annies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta telah menerapkan aturan larangan menggunakan kantong plastik. Peraturan ini berlaku sejak tanggal 1 Juli 2020. Aturan ini tercantum dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang kewajiban penggunaan kantong belanja ramah lingkungan. Jika melangar akan dikenakan sanksi. 

sumber: katadata


Saya ingin mengikuti jejak para influencer, & akun-akun  zero waste. Saya ingin menjadi racun untuk menularkan gaya hidup zero waste. Gaya hidup yang peduli lingkungan, berkesadaran, & berkelanjutan. Saya sadar followers-nya masih sedikit. Konten juga sedikit bisa dihitung jari. Blog ini apalagi. Usianya baru 1 tahun belum ada sebulan. Meskipun begitu, insyaallah jiwa ini berapi-api untuk terus menambah konten.  Suaya pun berniat dengan memiliki nice lingkungan dapat menyebarkan semangat ini. Mohon doakan semoga saya konsisten ya. aamiin. 
 

Ayok ikutan juga jadi racun menyebarkan semangat peduli lingkungan. mulai dari diri sendiri. Saat ini. Dari yang paling mudah. Normalin yuk!



Terimakasih sudah membaca ya.

Semoga bermanfaat.




Referensi: 

You Might Also Like

0 komentar

Mari berteman ^^