Agar Zero Waste Bernilai Ibadah

Juni 01, 2020


Zero waste lifestyle (gaya hidup nol sampah) atau bisa disebut hidup minim sampah. Bisakah manusia hidup tanpa menghasilkan sampah? Karena kenyataannya manusia pasti menghasilkan sampah sekecil apapun. Maka dari itu, penyebutan lainnya adalah hidup minim sampah. Gaya hidup yang berasal dari USA ini, muncul sekitar tahun 1998-2002. Hingga saat ini telah berkembang pesat di Indonesia. Alhamdulillah ya. Namun, sebenarnya di dalam agama Islam sudah lama ada loh. Bukan istilah zero waste-nya, tapi perilaku dalam gaya hidup ini.

Apa itu Zero waste lifestyle ?

Sebelumnya kenalan dulu yuk. Zero waste lifestyle atau hidup minim sampah merupakan gaya hidup peduli isu lingkungan terutama masalah sampah. Berupaya mengurangi sampah agar tidak berakhir ke laut/insenerator/ TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Saya ambil dari teorinya Bea Johnson yakni pedoman hierarki pengelolaan sampah 5R. Meliputi  refuse, reduce, reuse, recycle,  rot.


Refuse (menolak)

Menolak untuk menggunakan plastik sekali pakai ataupun yang tidak bisa dikomposkan. Menolak berarti mencegah sampah itu ada sebelum digunakan. Berupaya mencari alternatif barang/kemasan pengganti plastik sekali pakai tersebut. Misalnya saat belanja menolak kantong plastik sekali pakai, beli minuman menolak gelas & sedotan plastik sekali pakai. Maka dari itu bawa sendiri kantong belanja, tempat minum & sedotan ramah lingkungan ya.


Reduce (mengurangi)

Setelah refuse, di bawahnya ada reduce. Mengurangi penggunaan sekali pakai ataupun yang tidak bisa dikomposkan. Pokoknya yang akan cepat berakhir di TPA. Contohnya adalah belanja kebutuhan sekaligus banyak untuk mengurangi penggunaan plastik. Tentu dengan mempertimbangkan seberapa lama barang tersebut bisa awet. Jangan malah nyampah karena cepat busuk. Yang bisa dibeli banyak seperti minyak goreng, sabun, ATK (Alat tulis kantor), dll. Anda bisa mengurangi kemasan sekali pakai dengan berbelanja di bulk store/pasar. Bawa sendiri kantong belanja, toples, botol, produce bag or anything sebagai wadah.


Reuse (menggunakan kembali)

Yang ketiga setelah reduce adalah reuse artinya menggunakan kembali. Langkah ini dilakukan jika langkah menolak & mengurangi gagal. Maka langkah selanjutnya agar sampah tidak cepat berakhir di TPA adalah menggunakan kembali tanpa mengubah bentuknya. Misalnya botol air mineral digunakan untuk menyimpan minyak goreng.


 Recycle (mendaur ulang)

Yang keempat setelah reuse adalah recycle yang berarti mendaur ulang. Daur ulang bisa dilakukan per orang/ kelompok. Biasanya bentuk & fungsinya berubah. Juga diberikan banyak tambahan pernak-pernik lainnya. Misalnya kantong plastik didaur ulang menjadi dompet,sendal,kotak pensil, dll. Jika daur ulang dilakukan oleh pabrik biasanya akan dijadikan produk baru dengan kualitas yang lebih rendah.


Rot (membusukkan)

Langkah yang terakhir dalam hierarki pengelolaan sampah adalah rot. Membusukkan sampah organik menjadi kompos. Pada dasarnya semua tanaman, jika tidak dikonsumsi bisa diolah kembali. Sayuran/buah yang busuk pun bisa menjadi bahan pupuk. Sebenarnya semua yang Allah ciptakan akan kembali ke tanah. Tidak disarankan mengompos sisa makanan yang telah dimasak. Sangat dianjurkan kulit buah, sayur, kayu, bambu, rambut, kuku, tulang/ duri hewan, dll.


Jika di Indonesia, gerakan yang paling populer disingkat 3R yaitu reduce, reuse, recyle. Gerakan ini pun telah menjadi materi pembelajaran dari jenjang usia Sekolah Dasar.  Membuang sampah berdasarkan jenisnya yaitu organik dan non-organik. Mungkin Anda sudah familiar dengan gerakan ini. Jika istilah zero waste lifestyle teralu kebarat-baratan. Anda bisa menggunakan istilah hidup minim sampah.



Baca juga : Kenapa kita harus peduli isu lingkungan terutama sampah? baca di sini ya.

 

Sebelum gaya hidup ini ada, beratus tahun lalu agama islam telah menerapkan gaya hidup ini. Nabi Muhammad ﷺ – nabi terakhir & teladan terbaik – telah menerapkannya. Diantara kegiatan yang pernah lakukan seperti menambal baju sendiri, memperbaiki sendalnya yang putus, hidup sederhana, menanam pohon, buang sampah pada tempatnya. Tidak begitu banyak ya. Mungkin karena sampah plastik belum ditemukan saat itu.


Islam agama yang sempurna. Mengajarkan secara menyeluruh semua aspek kehidupan. Sangat sempurna bahkan orang Yahudi pun merasa iri. Mulai dari yang dianggap remeh, perihal buang hajat. Mengatur semua aspek kehidupan manusia, tak terkecuali aspek lingkungan. Manusia diciptakan sebagai khalifah di muka bumi. Yang berarti wajib merawat apa yang ada di bumi; antar sesama manusia, hewan, tumbuhan, dan alam sekitarnya. Dengan menerapkan gaya hidup zero waste, muslim pun bisa mendapatkan 2 manfaat. Untuk kehidupan duniawinya dan kehidupan akhiratnya. Semua bisa berhubungan. Manfaat untuk kehidupan duniawinya adalah dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Sedangkan manfaat untuk akhiratnya adalah mendapatkan pahala.

Bagaimana caranya agar zero waste dapat bernilai pahala?

Makna ibadah adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dicintai Allah, atau yang diperintahkan. Ibadah tidak hanya terbatas solat, dzikir, doa, puasa. Bahkan menerapkan gaya hidup zero waste dapat bernilai pahala. Tujuannya untuk merawat bumi menyayangi bumi ini. sehingga pelakunya bisa mendapatkan rahmat dari Allah.


Caranya adalah bersumber dari hati kita masing-masing.  Niat yang ditekadkan dalam hati. Bisa diucapkan secara lisan agar semakin ingat. Jika tidak diucapkan pun tidak masalah, karena Allah Maha Mengetahui segala isi hati. Seperti dalam hadits Rasulullah ﷺ, “Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang ia niatkan.”  Jika Anda ingin mendapatkan bumi yang lebih ‘baik’ dan mendapatkan pahala. Mulai sekarang yuk luruskan niat. Perbaiki niat. Untuk ibadah, mendapatkan pahala & ridha Allah. Bukan karena ingin terkenal ataupun ingin dipuji manusia. Maka dari itu, kita perlu belajar lagi yang sesuai dengan Al-Quran dan hadits Rasul. Berikut ini merupakan contoh beberapa aksi zero waste. Silahkan dibaca sampai selesai ya

1. Memisahkan sampah organik & non-organik, menggunakan kembali, melakukan daur ulang, mengkompos, bawa tempat minum sendiri, paka sedotan ramah lingkungan, dsb. Semua aksi yang mencegah agar sampah tidak berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dapat bernilai ibadah.
Mari kita ingat kembali kejadian longsor di TPA Leuwi gajah Kota Bandung, banjir, laut, sungai yang penuh dengan sampah, kematian paus sperma, dan hewan-hewan lainnya yang menjadi korban akibat sampah yang dihasilkan manusia. Kejadian tersebut bukannya merugikan & membahayakan makhluk lain? Maka, janganlah menjadi penyebab suatu bahaya. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tidak boleh menimbulkan mudarat dan tidak boleh menimpakan mudarat.”(HR. Ibnu Majah)


Dengan demikian, menerapkan gaya hidup zero waste bisa mengurangi/meniadakan dampak kemudaratan. Sebaliknya jika kita tak peduli dengan lingkungan & merusak lingkungan. Maka mudarat itu akan datang ke Anda sendiri. cepat atau lambat Anda akan menerima akbatnya.


2. Hidup sederhana dengan membeli yang dibutuhkan saja. Berpikir ulang sebelum membeli suatu barang. Rasulullah pun telah menerapkannya. Allah menyebutkan bahwa siapa yang berperilaku berlebih-lebihan termasuk saudaranya syaitan. Otomatis akan menjadi penghuni neraka dong. Mau?
Quran surat Al-Isra ayat 26-27, Artinya: “Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya.”


Beli cukup seperlunya saja. Allah tidak melarang kita untuk membeli makanan, baju yang harganya mahal dan kualitas terbaik. Asalkan tidak berlebih-lebihan, tidak terus menerus. Hindari yang namanya impulsif  buying. Ada diskon beli. Ada promo beli. Padahal apa yang dibeli belum tentu akan dipakai. Belum tentu cocok.


3. Menanam pohon ataupun mengambil tanah untuk dijadikan bahan tanam. Agama islam mengajak untuk memanfaatkan tanah sehingga bisa bermanfaat.  Dengan syarat Anda sebagai penanam, telah mengetahui bahwa tanah tersebut tidak ada pemiliknya. Sesuai dengan hadits Rasulullah ﷺ “Barangsiapa yang menghidupkan tanah yang mati, maka tanah itu menjadi miliknya.” Urwah pernah berkata, “Sesungguhnya bumi adalah milik Allah dan hamba-hamba juga hamba Allah. Barangsiapa yang menghidupkan tanah yang mati, maka dia lebih berhak kepadanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang membawa ajaran ini.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan tanah yang mati, maka di sana ia akan memperoleh pahala dan tanaman yang dimakan binatang kecil (seperti burung atau binatang liar), maka hal itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Darimiy dan Ahmad dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam al-Irwaa’ (4/6))

 

4. Menanam tanaman yang bermanfaat ataupun menanam kembali dari biji/ bagian sayuran diberi imbalan sedekah jariyah.   Rasulullah ﷺ mengajak umatnya untuk menanam pohon. beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Muslim mana saja yang menanam sebuah pohon lalu ada orang atau hewan yang memakan dari pohon tersebut, niscaya akan dituliskan baginya sebagai pahala sedekah (HR. Bukhari). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 “Tujuh perkara yang pahalanya akan terus mengalir bagi seorang hamba sesudah ia mati dan berada dalam kuburnya. (Tujuh itu adalah) orang yang mengajarkan ilmu, mengalirkan air, menggali sumur, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf atau meninggalkan anak yang memohonkan ampunan untuknya sesudah ia mati”  (Dishahihkan oleh al-Albâni dalam Shahîh al-Jâmi’ (3602) dari Anas)

 

5. Aksi/ gerakan apapun yang telah Anda lakukan, jangan lupa dishare ya. Pakai foto/video/ilustrasi supaya tambah menarik. Berbagi inspirasi, berbagi cerita. Mungkin lewat perantara cerita Anda, ada orang yang tergerak melakukan kebaikan ini.  Amar ma’ruf nahi munkar.  Mengajak orang sekitar. Mengisi seminar atau menyebarkan info terkait zero waste. Ada hadisnya tentang menunjukkan kebaikan. 
Dari Abu Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” [HR. Muslim]


Saya hanyalah seorang manusia biasa yang tak luput dari dosa. Maka dari itu mohon dimaafkan jika ada salah kata ya. Pengetahuan saya terbatas. Walaupun sudah baca, dengar kajian, & ikut seminar. Saya pemula kok. Mari kita sama-sama belajar ya. Meskipun sedikit, lama-kelamaan akan menjadi bukit. Mulai yang paling mudah. Yuk perbaiki lagi niatnya. Revisi lagi semoga tidak ada riya di dalamnya. Semangat!!!


Terimakasih telah membaca. Semoga bermanfaat ^^
Allahu ‘alam bishawab

Referensi :

You Might Also Like

0 komentar

Mari berteman ^^