Virus Corona: Kerja, Sekolah Dan Ibadah Di Rumah. Harus Senang Atau Sedih? (Bagian 1)

Maret 26, 2020


Halo gaes.  Bagaimana kabarnya? Semoga sehat semua ya. Aamiin. Beneran deh ini bukan sekedar basa basi aja. Bukan untuk sok perhatian, tapi akhir-akhir ini dunia sedang dilanda masalah kesehatan. Termasuk negara kita tercinta, Indonesia. Masalah kesehatan yang saya maksud disini adalah penyakit yang ditimbulkan oleh virus Corona. Apa sih virus Corona?

Saya sadur dari website alodokter, Virus Corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja, baik bayi, anak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa menyebabkan penderitanya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Menurut penelitian, gejala COVID-19 muncul dalam waktu 2 hari sampai 2 minggu setelah terpapar virus Corona. Ada dugaan bahwa virus Corona awalnya ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, kemudian diketahui bahwa virus Corona juga menular dari manusia ke manusia.

Awal mulanya virus ini ada di kota Wuhan, China. Pada akhir bulan Desember 2019. Lalu virus ini cepat menyebar ke hampir seluruh benua. Mungkin salah satunya karena keluar masuknya warga negara. Dari negara satu ke negara lain. Dan lebih bahayanya adalah penderita virus ini tidak menyadarinya. Karena gejala tidak langsung muncul, bisa 2 hari atau paling lama sekitar 14 hari. Selama si penderita belum sadar, dia bisa menularkan virus ini. Bisa dengan cara bersentuhan dengan orang lain, bersin, air liur, dll.

Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia. Ketika kasus nya masih di negara China. Netizen Indonesia komentar ini gara-gara orang China pada dzolim sama muslim Uighur. Gara-gara makan hewan liar, dll. Bahkan berkomentar kok kayak film ini. Kayak film itu. Seperti film zombie train to busan. Memang kalau urusan komen people +62 jago banget. Jago bacot yang santun, ngelawak, sampai yang menyakiti hati. Hem…

Pada bulan awal bulan Maret 2020, Pemerintah mengumumkan warga Indonesia yang positif terjangkit virus Corona. Lalu dari hari ke hari, (sampai tulisan ini dibuat) korban terus bertambah. Perbandingan antara yang meninggal dengan yang sembuh tidak seimbang. Lebih banyak korban yang meninggal. Hingga saat ini belum ditemukan vaksinnya.

Virus yang tergolong baru ini telah menyebar di 190 negara. Dalam catatan WHO dan Kemenkes (per 24 Maret 2020) ada 334.981 kasus terkonfirmasi. Dengan angka kematian 14.652 jiwa. Rekor dengan korban terbanyak dipegang oleh negara China. Sedangkan di Indonesia sampai hari ini (24/03), ada 686 dinyatakan positif, 30 sembuh dan 55 jiwa meninggal dunia. Jika ingin mengikuti info terbaru bisa klik di http://www.covid19.go.id

Saya benar-benar tidak menyangka. Tak pernah terlintas dalam benak. Allah menciptakan makhluk yang sangat kecil ini, virus Corona. Hanya bisa dilihat menggunakan alat khusus. Ukurannya lebih kecil daripada semut. Namun, dampaknya hampir semua warga dunia merasakan. Virus Corona mengguncang dunia. Mengalihkan perhatian semua orang di dunia. Semua berita tentang makhluk kecil ini. Keren.  Hebat. Subhanallah atau MasyaAllah? 

Cara mencegah penyebaran virus Corona

Cara terbaik agar tidak terjangkit virus adalah menghindari pusat wabahnya dan menghindari orang sakit. Saya rangkum dari website covid19.go.id hal penting yang dapat kita lakukan yaitu :

  1. Jaga kesehatan dengan olahraga teratur, berjemur, menjaga pola makan, tidur yang cukup. Tidak hanya fisik yang perlu diperhatikan, keadaan psikologis juga perlu. Karena jika stress bisa lebih rentan terkena penyakit.
  2. Cuci tangan. Sumber penyakit biasanya berasal dari tangan yang suka pegang ini pegang itu. Cuci tangan sebelum makan, sesudah makan, setelah pegang uang, dan dari kamar mandi. Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir minimal 20 detik dan ingatkan anak untuk mencuci tangan pakai sabun secara benar. Jika ada air dan sabun lebih diutamakan daripada hand sanitizer.
  3. Gunakan cairan pembersih tangan (minimal 60% alkohol) bila sabun dan air mengalir tidak tersedia. Tutup mulut dan hidung dengan siku terlipat saat batuk atau bersin atau gunakan tisu, yang langsung dibuang ke tempat sampah tertutup setelah digunakan.
  4. Jaga jarak paling sedikit 1 meter dengan orang. Jangan berada dekat orang yang tidak sehat.
  5. Hindari menyentuh wajah karena mulut, hidung mata dapat menjadi pintu masuk virus.
  6. Di rumah aja. Termasuk kerja, sekolah, dan ibadah. Hindari kerumunan/keramaian orang banyak. Jangan keluar kalau nggak penting penting banget. Lebih enak di rumah deh. Rebahan. Hidup kaum rebahan!!!

Wahai virus, kau mengalihkan perhatian dunia

WFH (work from home) dan sekolah di rumah. Ya sebenarnya sama aja. Cuma beda tempatnya saja. Kerja dari rumah berarti tetap harus absen kan? Kuliah dan sekolah di rumah tetap absen dan mengerjakan tugas kan? Belum lagi kalau ada rapat yang memerlukan tatap muka. Kuota internet dan gadget lah andalannya. Mari kita lihat dampak virus Corona dari berbagai sisi. Ada di mana menjadi senang, sedih, ada untungnya, ada juga kerugian yang ditimbulkan.

Sungguh, yang paling menyayat hati dan jiwa saya adalah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi yang sepi. Pemerintah pun memberlakukan aturan untuk solat di rumah masing-masing. Umat muslim untuk sementara waktu tidak diperbolehkan umroh. Begitu sedih rasanya. Ka’bah pun terlihat sepi sekali. Bahkan dikelilingi oleh pagar. Dijaga ketat oleh petugas keamanan di sana. Sama halnya dengan masjid-masjid yang ada di Indonesia. Pemerintah menghimbau agar warganya bisa solat di rumah. Tidak boleh ada kajian atau tabligh Akbar yang mengumpulkan banyak orang. Pengurus masjid Istiqlal telah mengumumkan tidak mengadakan solat Jumat selama 2 pekan. Padahal bagi laki-laki muslim wajib hukumnya untuk salat berjamaah. Akan tetapi mencegah bahaya lebih didahulukan daripada mendatangkan manfaat. Kalau saya merasa sedih bagaimana dengan Anda? Sudah kah Anda bekerja dari rumah?

Lalu ada beberapa perlombaan olahraga tingkat dunia yang ditunda. Seperti formula 1, NBA, sepakbola, bulutangkis, Olimpiade Tokyo 2020. “Mau nonton apa kalau tidak ada siaran langsung sepak bola?”, batin si penonton olahraga. Belum dari segi ekonomi, pariwisata banyak kerugian. Tempat pariwisata ditutup, bandara juga ditutup. Pokoknya tempat yang di mana banyak keramaian pada tutup atau dibatasi jam operasional nya. Termasuk sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, dll.


(berlanjut ....)

You Might Also Like

0 komentar

Mari berteman ^^