Ketika Harapan Tak Sesuai Kenyataan. Let It Go. Bawa Santai Aja

Oktober 11, 2020


Manusia merupakan makhluk yang suka berpikir. Termasuk memikirkan sebuah rencana. Hidup itu perlu perencanaan. Banyak hal yang perlu direncanakan, tapi sedihnya tak sesuai kenyataan. Inginnya A tapi yang terjadi B. Saya termasuk tipe orang yang sering membuat perencanaan dalam keseharian. Seperti keuangan, jadwal sehari-hari, media pembelajaran, cita-cita, impian, dll. Dari banyaknya rencana tersebut ada yang sesuai harapan. Ada juga yang tidak.

Saya sering ikut lomba menulis. Dalam pandangan saya, naskah yang dibuat sudah bagus. Berharap bisa juara lomba. Eh ternyata belum rezekinya. Hiks......

 

Qadarullah Allah menurunkan wabah virus Corona

Telah jauh-jauh hari menyusun acara pernikahan. Namun, Qadarullah wabah virus Corona menyerang Indonesia. Bahkan ke seluruh penjuru dunia. Terpaksa menunda acara pernikahan yang sudah dipersiapkan. Entah sampai kapan pandemi corona ini akan berakhir. Rasanya ? hem .... banget. Maksudnya kecewa banget. Itu pasti. Semuanya kacau, jauh dari kenyataan. Realita berbanding terbalik dengan ekpetasi. Musibah pandemi ini pun berdampak pada aktivitas lainnya. Pendidikan, perdagangan, pariwisata, ekonomi, dan beragam sektor lainnya.

Guna mencegah penyebaran virus Corona, Pemerintah menganjurkan warganya agar lebih banyak beraktivitas di rumah. Termasuk bekerja dari rumah. Selama WFH berlangsung, ternyata ada aja masalah yang terjadi. Misalnya punya rencana ikut webinar. Eh ternyata nggak bisa masuk link Zoom.  Berharap bisa dapat ilmu & skill baru. Saya  juga pernah kecewa sama diri sendiri. Harusnya bisa menyelesaikan tugas ini, deadline itu, target ini. Eh nggak selesai sesuai target. Kecewa, sedih rasanya. Ternyata harapan tidak sesuai kenyataan. Mungkin rencana saya tidak sesuai dengan rencanaNya.  

Kalau kata netizen twitter, “Gak usah maksain perkembangan diri nambah skill, nambah hobi, apelah. Lo gak gila di 2020 aja udah sukur”. Semoga kita semua sehat fisik & mental ya. aamiin. Kalau kamu setuju nggak dengan status netizen tersebut?

 

Saya coba let it go. Bawa santai aja.

Awalnya saya berpikir di rumah aja itu enak ya. Nggak panas-panasan terkena sinar matahari. Tidak kehujanan. Nyaman, tentrem. Hemat makan di rumah. Berharap bisa ngirit.  Ternyata tidak juga. Justru sering buka hp, main sosmed, scroll e-commerce. Sehingga menimbulkan dampak baru, BM (banyak mau). Ingin ini ingin itu banyak sekali. Saya jadi punya kebiasaan baru, suka rebahan. Hehe.   

Namun, saya belajar untuk menerima bahwa harapan tidak selalu terwujud. Berusaha ikhlash, lapang dada, dan let it go. Berusaha melepaskan rasa kecewa & sedih. Tidak berlama-lama pada rasa itu. Mencoba bangkit & melakukan aktivitas seperti biasanya. Saya berpikir bahwa semua sudah ada yang mengatur. Saya selalu percaya pada rencanaNya. Saya yakin banget dengan bunyi Quran surat Al-Baqarah ayat 216, yang artinya:

“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu. Dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.

Saya berusaha untuk berharap hanya padaNya. Yang dimana janjiNya selalu benar. Yang Maha Benar. Capek berharap sama makhluk. Walaupun berharap pada diri sendiri. Capek dan kecewa. Namun, jika sudah berharap padaNya, tapi belum terwujud. Solusinya sabar, berbaik sangka padaNya dan bawa santai aja.

 

Bawa santai aja? Maksudnya gimana?

Alasan saya pakai cara bawa santai adalah untuk mengatasi stress. Jangan sampai stress menganggu aktivitas sehari-hari. Jika mengacu pada pengertiannya, penyebab stress yaitu dari tekanan, ancaman atau suatu perubahan. Stress yang berkepanjangan bisa menimbulkan penyakit fisik & jiwa. Penyakit fisik misalnya gangguan pencernaan, kanker, gangguan imun dan penyakit jantung. Sedangkan penyakit jiwa misalnya depresi & gangguan mood. Maka dari itu, lepaskan dulu sebentar, sebelum stress muncul, yuk kita santai dengan 5 cara berikut ini : 

 

1. Menghirup Essential Oil (EO)

Diffuser EO. Photo by Drew L on Unsplash
 

Sepertinya relax (santai) itu sangat dibutuhkan pada masa sekarang. Apalagi jika merasa hari-hari terasa berat & melelahkan. Manfaat dari essential oil (EO)/ minyak atsri salah satunya untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis. Varian EO yang dapat kamu gunakan misalnya lavender. Berbagai cara dalam  menggunakan EO, yaitu bisa langsung dihirup dari botolnya, dengan alat diffuser, atau dioleskan ke bagian tubuh tertentu. Selain bisa digunakan untuk efek menenangkan, EO juga  memiliki banyak kelebihan.

Selanjutnya kamu bisa baca : Apa itu Essential Oil? Yuk Cari Tahu Kelebihan & Kekurangannya

 

2. Perawatan diri/ self-care

Coffee body scrub. Foto oleh www.mirnaaf.com

 

Pada masa pandemi virus Corona, jika khawatir untuk pergi ke salon/spa. Kamu bisa panggil layanan yang menyediakan pelayanan ke rumah. Atau kamu bisa lakukan perawatan sendiri. Misalnya luluran, berendam dengan bath salt, maskeran, dll. Kamu bisa bikin sendiri loh body scrub nya. Tentu dengan bahan-bahan alami. Yang mudah didapat. Bahan utamanya ampas kopi. Lihat di sini ya cara membuatnya : DIY Coffee Body Scrub Without EO


3. Meditasi atau yoga.

Meditasi. Photo by Yogendra Singh on Unsplash

Agar badan & pikiran menjadi relax, kamu bisa melakukan yoga ataupun meditasi. Sebenarnya di dalam yoga udah termasuk meditasi. Namun, ada beberapa ahli yang memisahkan kedua kegiatan ini. Yoga ya berarti olahraga. Meditasi ya berarti mindfullness sebagai terapi. Kedua kegiatan sama-sama terdapat latihan pernapasan. Yoga & meditasi bisa kamu lakukan sendiri di rumah. Ada panduannya di Youtube. Saya menyarankan untuk kamu yang baru melakukan meditasi, bisa download aplikasi Riliv. Telah tersedia di Google Playstore untuk OS Android & App Store untuk iOS. 

 

4. Solat dan dzikir.

sujud yang khusyu'. Photo by afiq fatah on Unsplash

Jika kamu muslim, solat & dzikir bisa menggantikan meditasi/yoga. Solat merupakan ibadah paling utama bagi muslim. Gerakan & bacaan solat harus dilakukan dengan fokus, ingat kepada Allah. Dengan mengingat Allah hati kita menjadi tenang. Solat dalam keheningan. Pelan-pelan dalam setiap gerakan, khusyu’/mindfullness. Mengetahui arti & makna dari doa solat & surat-surat Quran yang dibaca.  

 

5. Olahraga atau aktivitas fisik

Olahraga di dalam rumah.
Foto oleh Pixabay dari Pexels

Kamu bisa melakukannya di rumah misalnya olahraga joging, senam, angkat beban, sepeda statis, dll. Usahakan olahraga di rumah saja. Jika keluar rumah, terapkan protokol kesehatan ya. Studi menjelaskan kadar hormon stress seperti adrenalin dan kortisol dalam tubuh bisa dihilangkan lewat aktivitas fisik dan olahraga, Hal ini sudah terbukti efektif untuk manajemen stress.

Sehubungan dengan hal ini, tepat pada tanggal 10 Oktober 2020 di hari kesehatan mental, WHO bersama organisasi kesehatan mental lainnya membuat program “Move for Mental Helath, Let’s Invest”. Program tersebut bertujuan mengajak masyarakat di seluruh dunia agar melakukan olahraga untuk menjaga kesehatan mental. Khususnya saat kondisi pandemi virus Covid-19.

 

KESIMPULAN

Berharap kok sama makhluk. Ya pasti kecewa lah. Manusia tempatnya salah dan hatinya selalu berubah-ubah. Termasuk berharap pada diri sendiri. Diri ini pun tak lepas dari salah. Oleh karena itu, hendaklah hanya kepada Allah kamu berharap. Dialah yang memberi rezeki dan kemudahan.

Tidak hanya kesehatan fisik saja yang diperhatikan, kita juga harus memperhatikan kesehatan mental. Apalagi di musim pandemi virus Corona. Mood swing, stress, kelelahan  karena banyaknya tekanan lebih rentan menyerang. Kesehatan mental berhubungan erat dengan kesehatan fisik dan daya tahan tubuh. 

Namun, jika cemas/stress berlebih menyerang mu. Saya menyarankan kamu untuk menggunakan bantuan jasa profesional seperti psikolog. Jangan khawatir, di masa pandemi ini konsultasi dengan psikolog bisa dilakukan secara online. Lewat gadget mu, bahkan bisa dilakukan sambil rebahan.

 

Terimakasih telah membaca. Semoga bermanfaat.

Selamat Hari Kesehatan mental sedunia. Yuk sama-sama kita tingkatkan kesadaran akan kesehatan mental!

 

Referensi :

https://www.halodoc.com/kesehatan/stres

https://www.kompas.com/sains/read/2020/10/10/174000223/hari-kesehatan-mental-sedunia-ini-5-saran-psikologis-hadapi-pandemi-covid?page=all#page2.

https://kumparan.com/millennial/adaptasi-kebiasaan-baru-dimulai-ini-tips-tetap-sehat-dan-santai-di-rumah-1u5WhtI68ma ))))

https://www.wartaekonomi.co.id/read308349/10-oktober-selamat-hari-kesehatan-mental-sedunia

Tafsir Juz 'Amma, penulis Dr. Firanda Andirja, Lc., MA., 

Quran terjemahan

You Might Also Like

0 komentar

Mari berteman ^^