Selain Zero Waste , Inilah “Nama” Gaya Hidup Yang Peduli Lingkungan

Juni 20, 2021



Zero waste lifestyle. Arti dari gaya hidup nol sampah ini asalnya berasal dari Amerika Serikat,  sekitar tahun 1998-2002. Trend ini pun cepat menyebar luas, apalagi dengan kecanggihan internet. Masyarakat pun bisa dengan mudah mendapatkan informasi.

Mungkin istilah ini baru ya. Tapi sebelumnya, gaya hidup ini sudah lama ada.  Sejak pendidikan SD (Sekolah Dasar) telah diajarkan untuk peduli lingkungan. Terdapat istilah reduce, reuse, recycle. Jadi, jangan heran, jangan bingung. Zero waste hanya istilah baru aja. Namun, sejatinya telah lama ada isu tentang lingkungan ini.

Pada tulisan kali ini, aku ingin berbagi tentang seluk-beluk zero waste. Gaya hidup yang berfokus pada isu lingkungan terutama sampah.  Meskipun aku juga baru belajar. Silahkan beri kritik, dan saran jika ada salah ya. Tentu dengan bahasa yang sopan. Tolong jangan bully.

 BACA JUGA : Hidup Minim Sampah Bisa Mencegah Banjir?

 

Cerita dulu ya

Ceriatnya aku bisa mengadaptasi & tertarik gaya hidup ini. Pada suatu hari, kira-kira tahun 2019, aku melihat postingan teman. Dia share giveaway menscup. Lalu aku kepo. Apa tuh menscup. Siapa yang mengadakan give away. Ternyata yang mengadakan adalah akun instagram @sustaination .  “Wah menarik nih,” pikirku. Lalu ku follow akun tersebut.

Kemudian muncul akun sejenis yang disarankan. Akun instagram @zerowaste.id_official @cleanomic @kertabumirecyclingcenter @waste4change @armadakemasan

Tidak berhenti sampai disitu. Aku membaca kabar tentang bangkai paus sperma di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.  Peneliti setempat menduga, penyebab kematiannya karena menelan sampah plastik. Sampah plastik yang ditelan beratnya sekitar 5,9 kg. Sampah plastik tersebut yaitu sendal, botol plastik, botol parfum, gelas plastik, tali rafia, penutup galon. Berita lengkapnya bisa cek di situs mongabay. 

sumber: mongabay

Begitulah dari kejadian tersebut. Aku tergerak untuk mengurangi plastik sekali pakai. Seiring waktu berjalan, juga melakukan kegiatan ramah lingkungan lainnya. Seperti memilah sampah dan mengikuti workshop. 

Lantas, kenapa sih harus mikirin sampah? Benda yang terlihat sepele bukan?

 

Kenapa mikirin sampah?

Terlihat sepele, namun sebenarnya tidak demikian. Lingkungan tempat kita tinggal. Jika bermasalah, bukannya seluruh kehidupan kita juga berdampak? Bayangkan jika rumahmu kotor, sampah berserakan, pemandangan dan bau tidak sedap. Pasti tidak nyaman kan? Tidak nyaman untuk istirahat, makan, masak dan bekerja. Bahkan jika tidak segera dibersihkan dapat menimbulkan penyakit.

Sama hal nya dengan isu persampahan sekarang ini. Faktanya, TPA akan penuh. Sudah banyak sampah! Masih mending jika dikelola. Kenyataannya hanya ditumpuk. Tumpukan semakin tinggi, melebihi Candi Borobudur. Dampaknya menimbulkan bau yang tidak sedap, munculnya penyakit, tercemarnya air, tanah, udara dan permasalahan sosial.

Maka dari itu, hadirlah pemikiran untuk mencegah masalah tersebut. Akar masalahnya dari perilaku manusia yang boros dalam menggunakan energi. Memecahkan masalah dari sumbernya. Mengubah kebiasaan setiap individu, lalu kelompok, lebih luas lagi ke negara.  Zero waste: gaya hidup yang peduli pada isu lingkungan. 

 

 

Zero waste punya temen loh. Masa kamu doang yang punya.

Zero waste, jika diartikan per kata ke dalam bahasa Indonesia. Artinya nol sampah. Namun, faktanya manusia pasti menghasilkan sampah. Rasanya sulit untuk berlepas diri darinya. Jadi, aku mohon, gaya hidup ini jangan diartikan per kata. Ambil saja intinya. Karena tidak mungkin manusia hidup tanpa sampah. Cari yang paling mudahnya yaitu mengurangi sampah.

Berikut ini beberapa istilah yang mengacu pada gaya hidup yang peduli lingkungan, yaitu :

1.  Sustainable. Arti dalam bahasa Indonesia adalah berkelanjutan. Istilah ini telah digunakan pada berbagai bidang. Misalnya pembangunan berkelanjutan, teknologi berkelanjutan, dll. kalau dikaitkan dengan lingkungan. Maka, berkelanjutan dapat dimaknai dengan barang/jasa yang kita gunakan dapat bermanfaat untuk makhluk lainnya. Berusaha menggunakan kembali, dan mengurangi sampah. Contoh memilih membawa tumblr daripada membeli AMDK (Air Minum Dalam Kemasan).

Photo by Bluewater Sweden on Unsplash


2.  Less waste, low waste, waste free. Semuanya bermakna sama yaitu mengurangi sampah. Uniknya, setiap tahun pada bulan July diadakan tantangan Plastic Free July. Tantangan ini diinisiasi oleh Yayasan non provit. Silahkan jika ingin kepo bisa mengunjungi situsnya.   https://www.plasticfreejuly.org/

BACA JUGA : 30 Ide Plastic Free July, Silahkan Dicontek 

3.  Eco atau eco friendly. Gaya hidup ramah lingkungan. Perilaku dan memilih barang dan jasa yang ramah lingkungan. Contoh barang ramah lingkungan yaitu sedotan stainless/kertas, sikat gigi bambu, loofah, dll. Mengusahakan barang yang dapat digunakan berulang kali pakai dan mengurangi sampah.

4.  Go green diartikan dalam bahasa Indonesia adalah menuju hijau. Juga dapat diartikan sebagai perilaku yang memperhatikan dampak lingkungan. Contohnya banyak, salah satunya menanam pohon.

Photo by Wellington Ferreira on Unsplash


5.  Green. Arti dalam bahasa Indonesia adalah hijau. Sepertinya hijau identik dengan daun, pohon atau lingkungan hidup. Gaya hidup hijau berarti gaya hidup yang berfokus pada kelestarian lingkungan.


BACA JUGA : Siklus Refill Layanan Isi Ulang Produk Rumah Tangga Tanpa Nyampah 


6.  Slow. Artinya adalah lambat. Zaman sekarang, dimana teknologi dan pengetahuan semakin berkembang. Juga menuntut manusia untuk beradaptasi pada perubahan yang ada. Slow lawannya fast. Seperti istilah “fast food”, “fast fashion”. Sesuatu yang “fast” tersebut seringnya menimbulkan sisi negatif. Maka, lahirnya slow living.  Membeli suatu barang tidak berdasarkan trend di masyarakat. Jadi, jika ada barang yang rusak perbaiki atau membeli barang bekas (preloved)

7.  Conscious. Artinya adalah sadar. Gaya hidup berkesadaran adalah gaya hidup yang di mana konsumen/individu sepenuhnya sadar terhadap dampak barang/jasa yang digunakannya. Apakah berdampak negatif/positif terhadap lingkungan, kesehatan, dan sosial.



8.  Minimalis. Gaya hidup minimalis, nampaknya sedang menjadi trend. Ada kalanya seorang minimalis juga pemerhati lingkungan. Ada kalanya juga tidak. Tergantung individunya.

Photo by tu tu on Unsplash


9.  Frugal living. Jika dilansir dari laman tirto  ,gaya hidup yang didasari dengan konsep hemat. Konsep hemat yang dimaksud erat kaitannya dengan membelanjakan uang. Alih-alih menghasilkan lebih banyak barang dan limbah yang mencemari dan merusak ekosistem, mungkin lebih baik melakukan sedikit dan menggunakan kembali sampah.

10.  Homestead. Jika dilansir dari laman greenmommy ,pengertiannya adalah cara hidup dengan berusaha untuk hidup mandiri, dan mencukupi segala kebutuhan hidup keluarga. Mulai dari bercocok tanam hingga hidangan dimeja. Semuanya dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi jejak karbon. Salah satu pelaku homestead di Indonesia adalah keluarga Mba Deasi.

Photo by Timothy Eberly on Unsplash


11.  Vegan. Gaya hidup ini lebih mengarah pada memilih makanan/minuman yang tidak mengandung hewan. Tujuan mengadopsi gaya hidup ini salah satunya adalah mengurangi efek rumah kaca yang dihasilkan hewan.

Photo by Alexandra Andersson on Unsplash


 

BACA JUGA : Sustainable Beauty Tren Kecantikan Yang Ramah Di Kulit 


Penutup

Istilah-istilah gaya hidup di atas lebih banyak menggunakan bahasa inggris ya? Kalau bahasa Indonesianya gaya hidup minim sampah. Tidak kalah dengan tantangan plastic free July, di Indonesia namanya nol sampah November.

Aku pikir, gaya hidup di atas muncul karena era modernisasi. Meskipun banyak produk-produk inovatif (baca:plastik) yang diciptakan untuk mempermudah hidup manusia. Namun, jika digunakan secara berlebihan dan terus menerus, akan muncul dampak negatif. Bukan salah plastik, mungkin manusia yang kurang bijak menggunakannya.

Jika digunakan berlebihan dan tidak bertanggung jawab, maka muncul efek negatif. Contoh konkretnya adalah banjir, longsor, perubahan iklim, krisis pangan, dll.  Maka dari itu, ayo mulai dari sekarang menerapkan gaya hidup peduli lingkungan. Sekecil apapun akan berdampak. Seiring waktu (semoga) akan naik tingkat. Aku doakan, semoga kita semua dapat dimudahkan menjalani hidup ini. Aamiin.

Tulisan ini merupakan opini ku pribadi. Kamu berhak setuju ataupun tidak setuju. Nah, dari gaya hidup di atas manakah yang telah kamu lakukan?  Coba ceritakan di kolom komentar ya.

Terimakasih telah membaca.

Semoga bermanfaat ^^

 

Referensi : diolah dari berbagai sumber



Nih buat jajan

You Might Also Like

0 komentar

About me

Foto saya
Bekasi, Jawa Barat, Indonesia
Memiliki hobi menulis, membaca, berenang, jalan-jalan. Sedang belajar gaya hidup zero waste & minimalis. "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk manusia lain" (HR. Ahmad)

Instagram